PUISI CINTA

Kau Kulepaskan

Telah lama aku berdiri diujung senja, dengan awan jingga diantara mega, memblakangi bayangan hitamq sndiri, mencoba melupakan namamu yg lama tertinggal dihati.

Dahan kering membelah matahari, qjinjitkan kaki dengan telapak penuh duri,
ingin berlari namun begitu pedih luka ini, ragaq hidup namun trasa mati.

Kini wajahmu digenggamanq, tlah kubingkai dengan air mata pilu, mengalir dicela2 rekahan hati, sungguh kau yg tlah kucinta slama ini.

Q siap meninggalkan malam, menghapus dingin dengan kesejukan, q sanggup tinggalkan sang bulan, menggapai cahaya yg lebih terang.

Trima kasih cinta…
Kaulah cinta terindah, namun ternyata tidak dengan akhirnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s